Sejarah Candi Borobudur

Tak Berkategori

Sejarah Candi Borobudur

Mar 28, 2022 by admin

Sejarah Candi Borobudur

Sejarah Candi Borobudur

Menurut catatan sejarah awal mula dibentuknya Candi Borobudur terjadi pada abad ke-8 dan 9 sekitar tahun 800 masehi  pada saat masa pemerintahan dinasti Syailendra.

Pembangunan Borobudur diperkirakan slot resmi membutuhkan waktu yang sangat lama mungkin sekitar puluhan hingga ratusan tahun untuk sampai benar-benar rampung dan akhirnya pembangunan tersebut selesai pada masa pemerintahan raja Samaratungga tahun 825.

Meski selesai dibangun, tidak ada catatan sejarah yang menjelaskan siapa sosok yang membangun candi Borobudur. Pasalnya, pada masa itu agama Hindu dan Buddha berkembang bersamaan di pulau Jawa.

Dinasti Syailendra tercatat sebagai penganut agama Buddha aliran Mahayana sementara di sekitar Borobudur juga terdapat penganut Hindu aliran Siwa.

Sejumlah arkeolog  menduga pembangunan Candi Borobudur mengalami perombakan sebanyak empat kali. Awalnya pembangunan dimulai dengan meratakan dataran sekitar candi dan memadatkan tanah dengan batu untuk membentuk struktur piramida.

Saat ini Borobudur merupakan candi Buddha yang terbesar di dunia, yang setiap bangunannya  juga memiliki karakteristik dan makna tersendiri. Karena berbagai alasan itulah slot terpercaya, Candi Borobudur ditetapkan oleh UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia pada 1991.

Setelah sempat terkubur lama, candi ini ditemukan kembali pada 1814, ketika Thomas Stamford Raffles menjabat sebagai Gubernur Jenderal di Jawa. Pada 1970-an dan 1980-an,

Restorasi besar-besaran dilakukan sebagai upaya penyelamatan bangunan bersejarah ini.

Deskripsi Candi Borobudur

Candi Borobudur merupakan ataumelambangkan alam semesta. Menurut kepercayaan agama Buddha, semesta itu terbagi menjadi tiga tingkat yaitu kamadhatu (dunia keinginan), rupadhatu (dunia berbentuk) dan arupadhatu (dunia tak terbentuk).

Ketiga tingkat ini juga dibedakan berdasarkan dari bentuk relief-relief candinya. Relief ini dibentangkan sepanjang 3 meter. dan memiliki 1.460 pigura yang diselingi bidang-bidang pemisah yang berjumlah sekitar 1.212 buah. Di atas deretan pigura juga terdapat semacam pelipit yang membujur, memanjang sejauh satu setengah kilometer.

Pelipit ini dihias dan membentuksebuah rangkaian bunga teratai. Di bagian atas tersebut terdapat hiasan simbar yang berbentuk segitiga dan berjumlah 1.476 buah.

Tingkat kamadhatu dan rupadhatu terdapat 1.472 stupa dan 432 arca Buddha yang mengitari seluruh penjuru mata angin. Pada tingkatan terakhir memiliki 72 buah stupa yang semuanya melingkari stupa induk di puncak. dan dibutuhkan sekitar dua juta potongan batu untuk merampungkan atau membangun monumen ini.

Candi Borobudur secara keseluruhan terdiri dari berbagai stupa. Sedangkan stupa itu adalah salah satu bangunan untuk tanda peringatan agama Buddha. Dalam bahasa Sansekerta, stupa juga berarti gundukan atau timbunan tanah.

Candi ini terlatak di Borobudur berada di daerah dataran Kedu yang dikelilingi oleh gunung Merapi dan Merbabu di sebelah Timur, Gunung Sindoro dan Sumbing di sebelah utara, dan pegunungan Menoreh di sebelah Selatan.

https://inflatable-booth.com/